Sabtu, 22 Agustus 2026 · Portal Resmi Pemerintah Desa
Masuk Admin
Berita

Pengolahan Limbah Organik Berbasis Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Komposter Galon kepada Ibu-ibu PKK Rt 09 Rw 01 Desa Gogik

Telah dilaksanakan kegiatan program kerja sosial kemasyarakatan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 mengenai edukasi dan demonstrasi pengolahan limbah organik rumah tangga menggunakan komposter galon oleh Dahayu Rasendriya Wibowo, mahasiswa Bioteknologi anggota KKN-Tematik 129 Undip bersama Ibu-Ibu PKK RT 09 RW 01 Desa Gogik.

Foto Pengolahan Limbah Organik Berbasis Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Komposter Galon kepada Ibu-ibu PKK Rt 09 Rw 01 Desa Gogik
Dokumentasi Pengolahan Limbah Organik Berbasis Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Komposter Galon kepada Ibu-ibu PKK Rt 09 Rw 01 Desa Gogik
Sampah organik rumah tangga ternyata masih dapat dimanfaatkan melalui pengolahan sederhana. Hal tersebut diperkenalkan dalam kegiatan edukasi dan demonstrasi pembuatan komposter galon yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 oleh Dahayu Rasendriya Wibowo, mahasiswa Program Studi Bioteknologi anggota Tim KKN-Tematik 129 Universitas Diponegoro bersama Ibu-Ibu PKK RT 09 RW 01 Desa Gogik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah, jenis limbah organik yang dapat diolah, proses pengomposan, serta manfaat kompos dan air lindi bagi tanaman.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan komposter sederhana menggunakan galon bekas. Dahayu menjelaskan tahapan pengolahan mulai dari pemilahan dan pencacahan limbah organik, pemberian aktivator, hingga proses penguraian. Pemanfaatan galon bekas dipilih karena sederhana, mudah ditemukan, dan dapat diterapkan kembali oleh masyarakat di rumah.
Ibu-ibu PKK juga diperkenalkan dengan air lindi yang dihasilkan selama proses penguraian. Setelah melalui pengolahan dan pengenceran yang sesuai, air lindi berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Dengan demikian, pengolahan limbah organik dapat menghasilkan kompos sekaligus memanfaatkan hasil sampingnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme Ibu-ibu PKK yang aktif berdiskusi mengenai jenis sampah yang dapat dimasukkan ke dalam komposter, cara perawatan, serta pemanfaatan kompos dan air lindi. Melalui kegiatan ini, satu unit komposter galon turut diperkenalkan sebagai contoh yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.
Bagi Dahayu sebagai mahasiswa Bioteknologi, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam permasalahan lingkungan di masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, sekaligus mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang.
Melalui langkah sederhana ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mengolah dan memanfaatkannya kembali. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN-Tematik 129 Universitas Diponegoro dalam mendukung terciptanya lingkungan Desa Gogik yang lebih bersih dan berkelanjutan.