Sabtu, 22 Agustus 2026 · Portal Resmi Pemerintah Desa
Masuk Admin
Berita

Politics Made Fun: Mahasiswa GIAT 16 UNNES Kenalkan Pendidikan Pemilu kepada Siswa Pondok Pesantren An Nur Gogik Melalui Pembelajaran Interaktif

Desa Gogik, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 16 melaksanakan program kerja individu bertajuk "Politics Made Fun: Belajar Pemilu dengan Cara Menyenangkan melalui Simulasi Pemilu, Lagu Yuk Kenal Pemilu, dan Bouquet LUBERJURDIL" pada Kamis, 30 Juli 2026 di Pondok Pesantren An Nur Gogik, Ungaran. Kegiatan ini diikuti oleh 16 siswa kelas VIII yang antusias mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran mengenai pemilu sebagai bekal menjadi pemilih

Foto Politics Made Fun: Mahasiswa GIAT 16 UNNES Kenalkan Pendidikan Pemilu kepada Siswa Pondok Pesantren An Nur Gogik Melalui Pembelajaran Interaktif
Dokumentasi Politics Made Fun: Mahasiswa GIAT 16 UNNES Kenalkan Pendidikan Pemilu kepada Siswa Pondok Pesantren An Nur Gogik Melalui Pembelajaran Interaktif
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar pemilu, tahapan penyelenggaraan pemilu, serta pentingnya penerapan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBERJURDIL). Materi disampaikan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan agar lebih mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian pemilu, tujuan pelaksanaan pemilu, tahapan-tahapan pemilu, serta peran strategis pemilih pemula dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Selanjutnya, siswa mengikuti simulasi pemilu yang dirancang menyerupai proses pemungutan suara sesungguhnya. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan tahapan mulai dari pendaftaran pemilih, pencoblosan, hingga penghitungan suara sehingga memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme pelaksanaan pemilu.

Agar suasana pembelajaran semakin menarik, mahasiswa KKN UNNES mengajak peserta mengikuti sesi ice breaking melalui Lagu Yuk Kenal Pemilu. Melalui lagu tersebut, siswa diajak mengenal nilai-nilai demokrasi dan prinsip-prinsip pemilu dengan cara yang lebih mudah diingat dan menyenangkan. Sebagai penutup, peserta mengikuti kegiatan kreatif berupa pembuatan Bouquet LUBERJURDIL. Dalam kegiatan ini, siswa menyusun bouquet yang memuat enam asas pemilu sebagai media pengingat sekaligus hasil karya yang dapat dibawa pulang. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkuat pemahaman siswa terhadap pentingnya penyelenggaraan pemilu yang berlandaskan asas LUBERJURDIL.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, berpartisipasi dalam simulasi, serta mampu memahami materi yang disampaikan melalui berbagai media pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan.