Sabtu, 22 Agustus 2026 · Portal Resmi Pemerintah Desa
Masuk Admin
Berita

Perluas Jangkauan Promosi, Mahasiswa KKN-T 129 TIM II UNDIP Bantu UMKM “Doyan Ngemil” Bangun Jejak Digital

Mahasiswa KKN-T 129 TIM II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja “Peningkatan Brand Awareness UMKM ‘Doyan Ngemil’ melalui Pembuatan dan Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi”. Program ini dilakukan untuk membantu UMKM yang telah beroperasi selama kurang lebih 14 tahun memperluas pengenalan produk melalui media sosial. Melalui pembuatan akun media sosial, katalog produk digital, serta konten visual, UMKM “Doyan Ngemil” kini memiliki sarana promosi digital yang dapat dikelol

Foto Perluas Jangkauan Promosi, Mahasiswa KKN-T 129 TIM II UNDIP Bantu UMKM “Doyan Ngemil” Bangun Jejak Digital
Dokumentasi Perluas Jangkauan Promosi, Mahasiswa KKN-T 129 TIM II UNDIP Bantu UMKM “Doyan Ngemil” Bangun Jejak Digital
Semarang, 13 Agustus 2026 – Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media sosial menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN-T 129 TIM II Universitas Diponegoro menghadirkan program “Peningkatan Brand Awareness UMKM ‘Doyan Ngemil’ melalui Pembuatan dan Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Promosi.”
UMKM “Doyan Ngemil” merupakan usaha keluarga yang telah berjalan selama kurang lebih 14 tahun dan bergerak dalam produksi berbagai makanan ringan, seperti selondok, opak gadung, serta aneka kerupuk dan keripik. Selama ini, produk “Doyan Ngemil” telah dikirim ke berbagai daerah dan dikenal oleh konsumen melalui rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth).

Meskipun telah memiliki jangkauan konsumen yang cukup luas, UMKM “Doyan Ngemil” belum memiliki media sosial yang secara khusus digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas usaha dan produk kepada masyarakat. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan media promosi digital yang dapat mendukung pengenalan produk secara lebih luas.

Program diawali dengan koordinasi bersama pemilik UMKM untuk mengetahui kondisi usaha, jenis produk, serta kebutuhan promosi. Selanjutnya, mahasiswa melakukan pendampingan dalam pembuatan dan pengelolaan media sosial, penyusunan katalog produk, pengambilan dokumentasi produk, serta pembuatan konten visual.

Media sosial yang dikembangkan tidak hanya digunakan untuk mengunggah foto produk, tetapi juga menjadi etalase digital yang memuat informasi mengenai profil usaha, produk yang tersedia, serta informasi kontak yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Selain pembuatan akun dan konten awal, pemilik UMKM juga mendapatkan pendampingan mengenai tata cara pengelolaan media sosial. Pendampingan tersebut mencakup cara mengunggah konten, memperbarui informasi produk, serta mengelola akun secara mandiri.

Salah satu fokus utama program ini adalah keberlanjutan. Media sosial yang telah dibuat tidak berhenti sebagai luaran kegiatan KKN, tetapi diserahkan kepada pemilik UMKM untuk dapat terus digunakan dan dikembangkan setelah program berakhir.

Dengan adanya media sosial, masyarakat dapat lebih mudah menemukan informasi mengenai UMKM “Doyan Ngemil” dan produk yang ditawarkan. Kehadiran katalog digital juga memungkinkan produk untuk ditampilkan secara lebih terstruktur dan menarik.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM “Doyan Ngemil” untuk membangun brand awarenessdan memperkuat identitas usahanya di ruang digital. Dengan tetap mempertahankan pemasaran yang telah berjalan melalui rekomendasi pelanggan, media sosial diharapkan menjadi sarana tambahan untuk memperluas pengenalan produk kepada masyarakat.

“Program ini bukan hanya membuat akun media sosial, tetapi kami berharap akun tersebut dapat terus dikelola oleh pemilik UMKM sehingga menjadi sarana promosi yang berkelanjutan,” ujar mahasiswa KKN-T 129 TIM II UNDIP.

Melalui program tersebut, transformasi dari promosi yang sebelumnya dominan dilakukan dari mulut ke mulut menuju promosi melalui jejak digital diharapkan dapat membantu UMKM “Doyan Ngemil” semakin dikenal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha di masa mendatang.