Sabtu, 22 Agustus 2026 · Portal Resmi Pemerintah Desa
Masuk Admin
Berita

Dari Permainan Tradisional Meraih Prestasi, Math Snake Adventure Dukung SDG 4 melalui Pembelajaran Matematika Interaktif

Mahasiswa GIAT 16 (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Dusun Gintungan menghadirkan permainan edukatif untuk menguatkan numerasi, strategi, komunikasi, dan kolaborasi siswa SMP NU Ungaran.

Foto Dari Permainan Tradisional Meraih Prestasi, Math Snake Adventure Dukung SDG 4 melalui Pembelajaran Matematika Interaktif
Dokumentasi Dari Permainan Tradisional Meraih Prestasi, Math Snake Adventure Dukung SDG 4 melalui Pembelajaran Matematika Interaktif
Desa Gogik, 04 Agustus 2026 - Pembelajaran matematika tidak lagi hanya berlangsung melalui deretan angka di papan tulis. Melalui program kerja Math Snake Adventure, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata UNNES di Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengajak siswa kelas VII dan VIII SMP NU Ungaran mempelajari matematika lewat permainan interaktif yang memadukan pengetahuan, strategi, dan kerja sama kelompok.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu upaya mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas. Program ini menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, inklusif, dan menyenangkan dengan mengadaptasi permainan ular tangga menjadi media pembelajaran matematika berbasis tantangan.
Dalam permainan tersebut, siswa kelas VII mempelajari materi bilangan bulat, sedangkan siswa kelas VIII mendalami bilangan berpangkat. Materi disusun dalam beberapa zona dengan tingkat kesulitan bertahap. Semakin dekat pion menuju petak akhir, soal yang harus diselesaikan semakin menuntut kemampuan menggabungkan konsep, melakukan operasi hitung, serta memecahkan persoalan kontekstual.
Para siswa dibagi ke dalam kelompok dan menjalankan peran masing-masing, mulai dari mengatur diskusi, menghitung, mencatat langkah penyelesaian, menyampaikan jawaban, hingga mengawasi waktu. Setiap kelompok harus berdiskusi sebelum menentukan jawaban, sehingga keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kualitas komunikasi dan pengambilan keputusan bersama.
Unsur permainan diperkuat melalui keberadaan petak soal, ular, tangga, checkpoint, skor, dan kekuatan khusus atau power. Fitur tersebut menuntut siswa menentukan strategi, termasuk memilih waktu yang tepat untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki. Papan permainan pun berubah menjadi laboratorium kecil tempat angka, keberanian, dan keputusan kelompok saling beradu.
Tidak sekadar mengejar posisi terdepan, siswa juga diminta menjelaskan alasan di balik jawaban yang dipilih. Pendekatan ini mendorong mereka untuk lebih teliti dalam memeriksa tanda, urutan operasi, nilai pangkat, dan hasil perhitungan. Kesalahan tidak ditempatkan sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses menemukan dan memahami konsep yang benar.
Melalui Math Snake Adventure, kemampuan yang dikembangkan melampaui keterampilan berhitung. Program ini juga memperkuat komunikasi lisan, pembagian peran, penghargaan terhadap pendapat, sportivitas, dan kemampuan menyusun strategi. Manfaat tersebut sejalan dengan rancangan media yang menekankan aspek kognitif, komunikasi, kolaborasi, motivasi, ketelitian, dan sikap sportif.
Selain mendukung SDG 4, pelaksanaan kegiatan ini turut mencerminkan semangat SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, sekolah, guru, dan siswa. Kerja sama tersebut menjadi fondasi agar inovasi pembelajaran tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat digunakan dan dikembangkan kembali oleh pihak sekolah.
Math Snake Adventure menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat bergerak keluar dari pola konvensional. Petak demi petak tidak hanya membawa pion menuju garis akhir, tetapi juga membawa siswa menuju pemahaman, keberanian berpendapat, dan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Di dalam permainan ini, kemenangan bukan semata-mata menjadi kelompok pertama yang mencapai petak terakhir, melainkan mampu berpikir, bekerja sama, dan menjelaskan bagaimana sebuah jawaban diperoleh.