Berita
Belajar Asik Selepas Isya, GIAT 16 UNNES Dukung SDG 4 melalui Bimbingan Belajar Gratis di Desa Gogik
Bimbingan belajar rutin setiap hari Selasa dan Kamis malam membantu anak-anak menyelesaikan pekerjaan rumah, memahami materi yang belum dikuasai, serta mempersiapkan pembelajaran berikutnya.

Sedikitnya 20 anak mengikuti kegiatan dalam setiap pertemuan, mulai dari siswa kelas I hingga kelas VI sekolah dasar. Sejumlah siswa kelas VIII SMP juga turut hadir untuk memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan belajarnya. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang membuat proses pembelajaran dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan tingkat pemahaman masing-masing anak.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada penyelesaian pekerjaan rumah dari sekolah. Mahasiswa turut membantu peserta memahami materi yang belum dikuasai, mengulas konsep yang masih membingungkan, serta mempersiapkan materi untuk pembelajaran berikutnya. Kegiatan dilakukan melalui penjelasan sederhana, latihan soal, diskusi, dan praktik belajar yang menarik agar peserta lebih mudah memahami materi.
Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan GIAT 16 UNNES terhadap Sustainable Development Goals atau SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses belajar tambahan tanpa biaya. Selain memperkuat kemampuan akademik anak-anak, bimbingan belajar juga menjadi sarana membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Gogik.
Melalui pelaksanaan yang rutin, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, kemandirian, serta keberanian anak-anak dalam bertanya dan menyelesaikan persoalan. Selepas Isya, ruang belajar bersama tersebut menjadi tempat sederhana bagi anak-anak Desa Gogik untuk bertumbuh, memahami pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi kegiatan belajar di sekolah.